Kembali ke ArtikelCRM Lead Flow

Cara Membuat Alur CRM Leads dari WhatsApp sampai Closing

Dipublikasikan oleh SONAQO - 5 Juli 2026 - 7 menit baca

Alur CRM leads dari WhatsApp sampai closing

WhatsApp memudahkan calon customer bertanya, tetapi chat bukan CRM. Tanpa status, catatan, dan jadwal follow up, admin sulit membedakan prospek baru, calon pembeli serius, dan percakapan yang sudah selesai.

1. Tentukan Sumber Leads

Catat apakah lead berasal dari website, Instagram, iklan, referral, atau marketplace. Sumber ini membantu bisnis melihat channel yang menghasilkan percakapan berkualitas.

2. Simpan Informasi Minimum

3. Gunakan Status Pipeline

  1. Lead Baru: chat baru masuk dan belum dikualifikasi.
  2. Follow Up: kebutuhan sudah diketahui dan perlu ditindaklanjuti.
  3. Prospek: customer menunjukkan minat nyata.
  4. Penawaran: harga atau proposal sudah dikirim.
  5. Closing: transaksi disepakati.
  6. Tidak Lanjut: prospek berhenti dengan alasan yang dicatat.

4. Pisahkan AI dan Admin

AI dapat membantu FAQ dan respon awal, tetapi percakapan kompleks perlu dialihkan ke admin. Status handover harus terlihat agar bot tidak terus membalas ketika admin sedang menangani customer.

5. Review Pipeline

Owner sebaiknya memeriksa lead baru, follow up terlambat, nilai penawaran, dan rasio closing secara berkala. CRM bukan sekadar tempat menyimpan kontak, tetapi alat untuk menentukan tindakan berikutnya.

Kesimpulan

Alur CRM yang baik membuat setiap chat memiliki pemilik, status, catatan, dan langkah lanjutan. Bisnis bisa mulai dengan dashboard sederhana lalu menambah automation ketika proses dasarnya sudah konsisten.

Ingin Merapikan Leads WhatsApp?

Lihat contoh dashboard WhatsApp AI dan alur admin handover SONAQO.

Lihat Project WhatsApp AIDiskusi CRM